Ini Yang Terjadi Jika Menelan Permen Karet

Bahaya Menelan Permen Karet
gambar : http://kesehatangigiku.com/


JOLMA SEHAT - Permen karet dimakan sebenarnya bukan untuk ditelan, tetapi hal ini sering terjadi pada anak anak yang tidak disengaja maupun disengaja karena manisnya benda ini sehingga ia menelannya yang tentunya dapat mengganggu kesehatan.

Tapi tahukah Anda?

Permen karet sebenarnya terbuat dari karet dasar, pemanis, pewarna dan penambah rasa. Karet dasar yang mudah dicerna biasanya terbuat dari campuran elastomer, resin, lemak, emulsifier, lilin, dan Titanium Dioksida?

Baca juga : Manfaat Jambu Biji Bagi Kesehatan

Zat yang terdaftar sebagai E171 (Titanium Dioksida) ini kerap digunakan dalam kosmetik dan vitamin serta obat- obatan lainnya untuk membentuk tablet. Namun ada anggapan bahan kimia ini berbahaya, benarkah?

Peneliti makanan, Dr Stuart Farrimond menerangkan, titanium dioksida adalah bubuk putih yang digunakan sebagai bahan pewarna untuk terlihat putih, seperti pada mozzarella keju, saus lobak, lemon curd atau pasta gigi, termasuk permen karet.
"Beberapa penelitian mungkin menyebut titanium dioksida tidak berbahaya, namun International Agency for Research on Cancer (IARC) sempat menyatakan, debu titanium dioksida dianggap sebagai pemicu kanker karena bersifat karsinogen grup 2 B," katanya, seperti diberitakan Dailymail, Jumat (21/8/2015).

Baca juga : 16 Manfaat Mentimun Bagi Kesehatan

Kendati demikian, kata Farrimond, titanium dioksida pada permen karet masih memiliki ambang batas aman. "Bila dikonsumsi dalam waktu lama dan konsentrasi rendah, boleh saja. Jika Anda khawatir, saya sarankan untuk tidak menelannya dan segera membuang saat sarinya hilang," katanya.
Disamping itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia pun menyatakan penggunaan bahan titanium dioksida dibolehkan, asalkan tidak melebihi batas yang diizinkan, yaitu 500 mg/kg atau 500 ppm.

Begini cara perut mencerna permen karet:

Perut memang tidak dapat memecah permen karet sebagaimana yang dilakukan terhadap makanan lain. Namun sistem pencernaan memiliki cara lain untuk menangani benda- benda yang Anda telan.

Usus akan terus bergerak dan menggerakkan permen karet hingga membuatnya melewati usus dan keluar dari ujung sistem pencernaan.

Jadi, permen karet bisa berakhir di kamar mandi satu atau dua hari kemudian.

Baca juga : Gejala Penyakit Maag

Air ludah akan berupaya mencerna permen karet segera setelah benda lengket itu dimasukkan ke dalam mulut.
Meskipun yang dicerna kebanyakan adalah pemanis dan tambahan lainnya, tapi banyak juga bahan dasar permen karet yang ikut dicerna.

Kemudian permen karet akan turun ke otot perut, yang berkontraksi seperti gerakan cacing tanah, yang kemudian perlahan-lahan memaksanya melewati sistem pencernaan.


Namun permen karet bisa berbahaya bila yang tertelan dalam jumlah banyak atau dalam ukuran yang besar dan dalam waktu yang singkat.
Kondisi ini bisa mengganggu kesehatan menyebabkan penyakit berupa penyumbatan dalam sistem pencernaan, yang paling sering terjadi pada anak-anak karena saluran pencernaannya berdiameter kecil. Tapi kasus tersebut sangat jarang terjadi.


Jadi apa yang harus dilakukan bila tidak sengaja menelan permen karet?

  • 1. Segera minum air putih yang banyak. Hal ini menghindari agar permen karet tidak menutup kerongkongan yang menyebabkan tersedak, terutama pada anak-anak.
  • 2. Untuk cepat mengeluarkan permen karet dari tubuh, juga bisa dibantu dengan makanan. Makanan akan membantu mendorong permen karet sehingga gerakan peristaltik dari usus semakin cepat mengeluarkannya dari tubuh.
  • 3. Konsultasilah dengan dokter anda!
Begitulah sedikit info kesehatan berupa tips apabila anda secara tidak sengaja menelan permen karet agar tidak menimbulkan masalah kesehatan serius atau bahkan penyakit.


Referensi :

Jangan ketinggalan membaca artikel kesehatan terbaru di blog ini, tidak perlu bolak balik buka blog ini cukup berlangganan artikel saja via email. Silahkan tulis email kamu di bawah ini!

0 Response to "Ini Yang Terjadi Jika Menelan Permen Karet"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan Dan Relevan Dengan Topik!
Diharapkan Jangan Menggunakan Link Aktif!

Terimakasih.